#1DLS
If We Are Meant To Be
Part 4






Keyla tersenyum melihat Niall dan Niall membalas senyuman itu.....
"Because you are the only exception I can smile" kata Niall dengan nada pelan....
"Niall ..... Terimakasih atas semuanya..." Keyla mencoba untuk bangun dari tidurnya dan memeluk Niall.
Tiba tiba ada suara orang yang membuka pintu kamar.....dan....
"Heyyyyy Baby Keyla wazzz........" "NIALL?" Panggil Harry, Niall kaget dan melepaskan pelukan itu......semuanya terasa awkward silence dalam sekejap.
Harry memergoki Keyla memegang tangan Niall dan memeluknya.
"Harry....." Sahut Niall pelan
"Kau disini?" "Untuk apa? Bukannya kau ingin ke toilet?" Tanya Harry menaikan salah satu alis matanya, suaranya berubah jadi sedikit keras..
"Aku....A-aku......baru keluar dari toilet dan kurasa tak ada salahnya untung mengunjungi Keyla, aku merasa bersalah dan kurasa itu juga bukan masalahmu dong kalau aku memeluk Keyla....dia sangat butuh seseorang untuk menemaninya" jelas Niall. Wajah Harry terlihat jelas ada anger bercampur kesal didalamnya ia terlihat jelas tidak suka didahuli Niall apalagi setelah tau Niall memeluk Keyla. Kesan cemburu terlukiskan dalam gerak gerik seorang Harry Styles....
"Kenapa kau tak mengajak the boys? Kau mencoba mencari kesempatan?" Ucapan Harry terasa betul seperti Harry tak suka....kata-katanya begitu dingin. Tak seperti biasanya....
"Harry, sudahlah" keluh Keyla. "Aku tak mau ada keributan.....kalian semua temanku dan aku sayang kalian berdua terimakasih sudah datang menjengukku walaupun aku sama sekali tak mau di jengkuk" tambah Keyla.....
"Aku tak berusaha untuk bertengkar, hanya heran...dia banyak berbohong hanya karena kamu? Seperti ada sesuatu" Kata Harry.
"Apa? Styles, kau ini terlalu too much apa urusanmu kalau aku ke toilet atau ke ruangan Keyla?" Bela Niall dengan nada tak senang.
"Kawan sudahlah kalian tau ini rumah sakit, lebih baik kalian pulang kalau masih ingin ribut" keluh Keyla kesal.
Tiba tiba Niall teringat kata-kata Suster tadi.
"Um, Key..... Harry! By the way selamat yah kalian mau married kan? Aku turut senang....dan kurasa aku sudah cukup jadi penganggu hubungan kalian. Bye" ucap Niall sambil berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Keyla yang terdiam akan kata kata Niall....... "MARRIED?" Pikir Keyla, ada perasaan senang tapi apa maksud Niall. Apa ini benar.
"Harry, aku ingin kau jelaskan apa maksud Niall tadi" pinta Keyla memegang tangan Harry dan menyuruhnya duduk di sebelah tempat tidur.
"Sungguh, aku tak tau maksud Niall apa" Kata Harry menunduk terlihat dari matanya ia tak berbohong, ia berkata sejujurnya.
"Kenapa?....." Harry memotong pembicaraanku
"Uh, mungkin karena tadi.....Astaga aku minta maaf Key, Keylaa aku....aku panik tadi kalau aku bilang aku bukan calon suami mu kau pasti akan di tahan dan urusan nya akan panjang aku takut kau kenapa napa jadi aku bilang saja kau calon istriku ... Maaf kaau aku lancang maaf" Kata Harry meminta maaf kepada Keyla, tapi Keyla malah tersenyum dan memegang dagu Harry "Ayolah Harry, yang kau lakukan itu baik kau menyelamatkan nyawaku yang pasti kita harus jelaskan semuanya dengan Niall agar ia tak salah sangka" Jelas Keyla tersenyum, tangannya meraih rambut keriting harry memainkannya seperti biasa seperti ia kecil dulu, ia sangat senang memainkan rambut keriting Harry apalagi kalau sedang berbaring di bukit dekat danau disitu Harry dan Keyla sering melihat sunsets.....dan sembari menunggu sunsets Keyla selalu memainkan rambut Harry. Harry tersenyum manis ke Keyla lalu Harry mengelus pipi Key "Kau kelihatan cantik meskipun sedikit pucat akibat sakit tadi, kau tau.....cantikmu itu sangat natural, sangat khas" Puji Harry tangan Harry yang satunya memegangi tangan Keyla yang tetap dingin seperti es.
"Harry......." Panggil Keyla ia memejamkan matanya sejenak dan membuka matanya lagi ......setelah itu menghebuskan napas.
"Harry, kalau ku pergi menyusul ayahku apa yang kan kau lakukan?" Tanya Keyla.
Harry diam dan ia menatapi Keyla, tangan nya semakin dingin bibir keyla juga pucat ......matanya tak secerah sebelumnya.
"Aku ikut mati dengan kamu tentunya" Jawab Harry memegangi tangan Keyla lebih erat dari sebelumnya.
Keyla tersenyum "Kau laki-laki yang bodoh, kenapa kau pilih mati bersamaku?selagi kau menjadi artis banyak orang yang menginginkan kamu.....dasar bodoh hahahaha" Keyla tertawa kecil. "Harry, kau tau aku merindukan kamu saat kau menjadi figure seorang ayah bagiku dan seorang sahabat yang baik, 10 tahun sejak itu......umurku 7tahun waktu kau meninggalkanku untuk pindah sekolah, aku selalu bertanya kepada ibumu kapan kau kembali tapi jawaban nya sama 'Harry sedang melanjutkan sekolahnya karena ia dapat beasiswa di holmes chapel' aku ingin kesana tapi aku senang saat bisa melihatmu ada di TV, kau ada di X-Factor bersama One Direction. kau punyai banyak fans kau punyai hidup yang lebih baik daripada sebelumnya, tapi kau tetap Harry edward styles. Suamiku waktu masih kecil" Cerita Keyla membuat Harry tak bisa membendung air matanya...butiran air yg bentuknya bagaikan kristal jatuh di pipi Harry.
"Dan ingatkah waktu aku tidur kau selalu mengatakan kau mencintaiku lebih dari ayahku mencintai bundaku......ayahku mencintai bundaku sampai akhir hayatnya dan kau selalu bilang seperti itu kepadaku, kau nyanyikan lagu lagu indah. Bahkan waktu kau di x-factor saja kau masih sering mengirim pesan berisikan puisi puisimu. waktu kita skype dan kau memberitahuku akan datang saat ulang tahun ke 17ku aku langsung meminta bunda untuk mengantarkan aku ke tempat gaun yang indah, aku mengalami struk ringan makanya pada saat itu aku memakai kursi roda. Kau ingat saat aku skype denganmu kau lihat ada kursi roda bukan? Itu punya aku..... Aku Harap saat nanti aku benar benar lumpuh karena struk aku ingin kau yang mendorong kursi roda itu, menemani aku kemana saja. Ke danau tempat kita biasa melihat sunsets, kau ingat? Waktu kaki ku cedera kau bilang 'Jadikanlah kakiku kakimu, karena aku adalah kamu dan kita takkan pernah terpisah' kau pernah bilang begitu. Sekarang umurmu sudah 20tahun Harry, aku tak menyangka kau akan tumbuh se- singkat ini..... Aku ingin kau dekap aku seperti ayah memelukku terakhir kalinya, sebelum Tuhan memanggilku kembali kesisinya karena semua mahluk Allah akan kembali kepadanya, Aku ingin kau dekap aku terus menerus Aku ingin kau yang ada disebelahku nanti....disaat aku meninggalkam dunia ini. Aku tak tahan, aku hidup bertahan hanya untuk menunggumu kembali datang dan keinginanku terkabul" Jelas Keyla menahan Air matanya dan mencoba tertawa kecil. Harry menangis akan kata-kata Keyla "Keyla, maafkan aku....aku telah meninggalkan kau sendiri aku tak bermaksud seperti itu aku hanya ingin mengejar impianku, aku berjanji aku takkan meninggalkan kamu lagi aku baru menyadari kalau kau punyai sesuatu yang membuat hati ini bergetar, aku tetap sayang sama kamu, aku tetap akan menjadi pengganti Ayahmu....aku tetap akan menjagamu, jangan pernah tinggalkan aku kalau kau ingin ku nyanyikan setiap malam seperti dulu" Ucap Harry, Keyla tersenyum manis kepada Harry. "Dan kalaupun nanti penyakitmu tak sembuh dan kau lumpuh aku takkan meninggalkanmu aku akan mengantarkan kamu kemanapun tempat yang kau inginkan,kau tau kaki ini akan selalu menjadi kakimu kalau nanti kau lumpuh, kalau kau butuh jantungku juga tak apa asal kau bahagia, aku bahagia" Jelas Harry. "Aku tak mau membunuhmu mu BODOH, kau kira dengan ku ambil jantungmu kita akan terus bersama?!gak kan? Lebih baik aku saja yang mati" kata Keyla.
"Kalau kau mati, aku ikut" Harry tersenyum mengelus pipi Keyla dan menatap nya dengan tatapan tajam. Keyla terasa beku dia hanya diam saat Harry mulai mendekati dia dan memeluk Keyla, pelukan Harry memang terasa beda karena pelukan itu sudah lama di dambakan oleh Keyla.
Keyla hanya diam selagi Harry menangis menyesal dan berjanji untuk tidak meninggalkan Keyla.
"Harry kau tak pulang?" Tanya Keyla melepaskan pelukan Harry. "Aku ingin menemani sahabatku dulu" jawab Harry tersenyum mengedipkan salah satu matanya ke Keyla....
"Sudah mau maghrib, aku ingin sembahyang" pinta Keyla.
"Sembahyang? Kau sedang sakit Keyla" selak Harry. "Aku tak mau kau kenapa-napa nanti kalau pingsan?" Tambah Harry. "Aku tak apa Harry, jangan anggap aku seperti anak kecil lah" protes Keyla.
Keyla bangun dan mencoba untuk pergi ke kamar mandi.
"Ayolah aku khawatir dengan keadaanmu" panggil Harry, tapi Keyla tidak mengacuhkan Harry. Dia tetap berjalan menuju kamar mandi.
*10mnt kmudian*
Keyla keluar dari kamar mandi dengan menenteng infus nya. "Kau benar tak apa" tanya harry khawatir. "Iya keriting" jawab keyla singkat dan ia ke tmpt tidurnya "Biar kubantu" sahut harry ingin menolong Keyla. "Tak usah, kita bukan muhrim......aku nanti batal kalau mengenaimu. Nanti selesai aku Shalat yah" jawab Keyla tersenyum mencoba meyakinkan Harry kalau dia tak apa apa, Key mengambil Bukena dan memakainya walaupun sedikit sulit karena ia harus memegangi infus nya sendiri tapi Key mandiri. Key beribadah di tempat tidur karena menurut Islam kalau sedang sakit, Allah memberikan keringanan untuk hambanya, terserah mau shalat bagaimanapun caraanya asalkan harus tetap menjalankan Shalat.
Keyla beribadah dengan khusyuk dan tumaninah, mata Harry tak bisa lepas akan ke-anggunan Keyla saat menggunakan bukena berwarna merah marun. Ia Shalat dengan khusyuk. Harry pikir Keyla sudah besar dia memang seharusnya lebih dewasa. Selesai Shalat Keyla langsung membuka bukenanya. Ia tersenyum melihat Harry. "Sudah berapa lama kau memandangiku keriting?" Tanya Keyla. "Ahhh lamaa sekali" jawab Harry singkat. "Aku suka kalau kau memakai baju itu" kata Harry menunjuk ke bukena yang tadi di kenakan Key "Ini namanya Bukena...." tambah Keyla. "Kau kelihatan cantik dengan .......Bukena itu Key" Puji Harry. "Sejak kapan kau memujiku?" Canda Keyla mencubit pipi Harry. "Ini serius" "Aku Juga" "Ha-ha" tawa harry kesal.
"Harry, besok aku akan pulang sendiri" pinta keyla "Apa? Kenaapa? Kau tak mau ku antar?" Tanya Harry "Besok itu jadwal sekolah minggumu, kau tau Sir Devan itu kan pastur baru mu di gereja.... Kata teman-temanku ia galak" kata keyla "Ah nanti sajalah" jawab harry dengan nada malas "Harry, tak ada kata buat bolos sekolah minggu ayolah Haz kau sudah besar" Keyla menasehati Harry. "Aku besok akan ke vatikan keyla.... Baiklah aku ke vatikan" jawabnya tersenyum kpd keyla.
"Harry, aku pinjam iphone mu yahhhh pleasee aku mau buka twitter" pinta Keyla. "Baiklah" Harry menyerahkan iphone nya ke Keyla.
Key membuka iphone key dan seketika tangan nya kaku karena melihat foto Harry dan Taylor di Club dijadikan wallpaper. Jantung Keyla terasa ngilu,sakit, tangan Keyla dingin bagaikan es.
"Key? Tak apa kah kau?" Tanya Harry memegang suhu badan key yang merendah, ia dingin sekujur tubuhnya dingin. Tangan Keyla gemetar.
"Uh, Harry.... Aku boleh tanya tapi kau harus jujur?"
"Tanya apa key?"
"Apakah .......kau dan taylor date?"
"Uhhhh.....um, Iya, kami berdua date......memang kenapa?"
"Oh, tak apa, aku takut ia marah kalau kau lama disini..... Pulanglah, aku kan bukan pacarmu hanya teman saja kenapa kau begitu peduli padaku?"
Harry menatap Keyla untuk yang kesekian kalinya pun Keyla meleleh akan tatapan hangat itu. Hati Keyla merasakan akan kedamaian saat melihat mata hijau Harry yang berkilauan membuat Keyla lemas tak berdaya seakan dihipnotis. Kekuatan yang luar biasa muncul dari seorang Harry Styles. Rasa untuk memiliki Harry se-utuhnya pun muncul lagi. Harry mendekap Keyla. Ia merasakan detak jantung Harry semakain cepat dan cepat tapi ada yang beda dari detak jantung Harry, detaknya seakan membisikkan sesuatu kepada Keyla. membisikkan bahwa detak jantung itu cepat dan akan semakin cepat....dan itu semua dikarenakan akan Keyla. Harry mendekap Keyla semakin erat.
Harry merasakan detak jantung yang sama rupanya.
"Detak Jantung Itu" Sahut Keyla dan Harry secara bersamaan.
"Aku merasakan adanya bisikkan" kata keyla menghela napas sejenak dan menatap harry.
"Bisikkan yang bilang bahwa akulah penyebab akan detakan aneh itu" lanjut Harry.
Keyla: "Bisikkan yang bilang aku tidak boleh bohong"
Harry: "Bisikkan yang bilang bahwa aku tak bisa terus menusuk pedang dan berpura tak tau apa apa"
"ANEH" kata Harry dan Keyla.
"Apa ini......Cin...." Sebelum Harry melanjutkan kata-katanya ia dipotong oleh Keyla.
"Hah?"
Harry menatap Keyla lagi dan sekarang memberanikan diri untuk memegang dagu Keyla. Ia mendekat......mendekat dengan ke Key, wajah mereka hanya berjarak beberapa inci.
Jutaan bintang terlihat jatuh di mata hijau emerald bertaburkan akan jutaan harapan. Keyla seakan tidak ingin melepaskan Harry tapi terlalu lemah untuk mengatakannya tap kekuatan hipnotis yang dimiliki oleh kedua bola mata yang super sparkle membuat orang yang melihatnya lemah.
Nafas Keyla semakin cepat hembusnya....
Jari jari Harry memegang dagu Keyla dan mengelusnya lembut.
Butterflies itu terasalagi di perut Keyla. Butterflies itu membuat semuanya semakin awkward dan silence.
Harry semakin mendekat dan Keyla tak kuasa tuk melawannya ia terlalu lemah....
Dan akhirnya Harry mencium Keyla untuk yang pertama kalinya. Ciuman itu terasa beda dan penuh dengan passionate ....sweet, dan feeling. Rasa itu menggetarkan jiwa Keyla. Bibir Harry terasa mints dan as sweet as candy. Ini terbilang lama dan sedikit awkward. Keyla membalas ciuman itu dan tangan Harry mulai menyentuh rambut Keyla. Harry mulai yakin bahwa Keyla itu cinta sejatinya bukan Taylor. Ia mengakhiri ciuman itu dan mencium pipi Keyla. "Maaf, a-aku tak sengaja aku minta maaf maaaf dan maaf" jelas harry, Keyla hanya diam melamun. "Key aku minta maaf" kata Harry. "Oh, iya ya" jawab Keyla singkat. "Aku tak tau ini terbawa suasana kurasa, uh aku rasa kita harus tidur sudah malam" kata Harry menuju kursi. Ia tidur di kursi. Keyla masih membayangkan hal yang baru saja terjadi tadi Ciuman itu penuh akan perasaan yang terpendam lama. Keyla meneteskan air matanya.... Ingin rasanya memiliki bibir Harry se-utuhnya. Keyla meneteskan air mata bukan karena sedih tapi saking senangnya ia menyentuh bibirnya itu lagi merasakan. Bulu kudu nya sedikit merinding membayangkan hal yanag baru saja terjadi tadi. Jantungnya berdegub kencang. Keyla tersenyum melihat ke arah Harry yang tertidur pulas di sofa, Harry terlihat manis dan lucu saat tertidur.
Butterflies itu muncul saat Key yang belum tertidur dan memutuskan untuk membuka ipod nya dan mencari lagu Taylor Swift yang menurutnya pas untuk moment ini, Key memutar lagu "Sparks Fly dan Speak Now" dari playlist nya.
Keyla membuka twitternya dan mencari "Taylor Swift and Harry Styles" di search twitter. Saat melihat Harry dan Taylor kissing di new year ave. Seakan tangan Keyla keram dan sulit untuk menerima kalau Harry tak akan mungkin bisa jadi miliknya. "Kalaupun Harry dan Taylor putus buat apa Harry sama gadis yang penyakitan? Damn hanya malu-maluin aja kalau public tau kalau Harry punya pacar yang penyakitan dan punya riwayat stroke walaupun tingkatnya masih "ringan" tapi aahh gak lah tadi hanya kebawa suasana apa Harry suka sama aku? Sepertinya tidak, dia lebih nyaman untuk jadi sahabat denganku. Bagaimana dengan Niall? Uh, dasar labil" pikir Keyla.
"And you stood there in front of me,Just close enough to touch,Close enough to hope you couldn't,See what I was thinking of........
Drop everything now, meet me in the pouring rain
Kiss me on the sidewalk, take away the pain,Cause I see sparks fly,Whenever you smile...." Keyla bernyanyi pelan mencoba mendalami lirik lagu ini.
"Get me with those green eyes, baby as the lights go down,Give me something that'll haunt me,When you're not around...."
"'Cause I see sparks fly
Whenever you smile" Keyla melihat lihat timeline di twitternya. Followers Keyla memang sangatlah banyak karena Harry mulai dari belum terkenal sampai terkenal sering mention nama twitter Key, banyak juga Directioners yang tau kalau Harry dan Key adalah bestfriend.
Keyla mulai mengantuk dan ia pun mencoba tidur setelah melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 10.

*Paginya*
"Pagi Keyla....... Hi, Aku bawakan kau soup bangunlah atau aku makan sendiri soup nya" Suara khas Niall membuat Keyla terbangun.
"Hah....? Nialler? Dimana Harry?" Tanya Key panic liat Harry tidak ada di sofa.
"Tak tau, bukan nya dia sekolah minggu? Kan kau paksa dia?" Niall balik nanya.
"Ouh, Iya aku lupa.... " Jawab Key menunduk dan tiba tiba iphone Key bunyi.... lagu One Way Or Another pun terdengar dari hp Key.
"Diam diam ada yang Directioners juga yah" Ledek Niall.
"Uhhh. Aku hanya suka lagu nya saja .....suka personil nya sih kecuali yang berambut blonde dan orang irish yang tingkah nya sok lucu tapi garing aslinya" Jawab Key nyolot.
"Garing garing suka juga kan"
"GAK"
"Bohong banget"
"Demi apapun kau merusak mood makanku" Sahut Keyla...dan mengambil iphone nya lalu melihat 3 pesan dari Harry yang berisi "Pagi, Keyziee... Aku jagain kamu gantian dengan Niall, dan the boys... Tenang kok mereka baik aku akan kembali secepat mungkin princess. I love you ......#lotslove jangan sok kangenin aku gak usah dicariiin gitu kali hahaha" Key tersenyum sendiri melihat pesan dari harry. Kok Harry bisa tau aku tadi panic nyariin dia pikir Keyla.
"Hey kalau aku merusak mood mu biarkan aku yang makan yah. Kebetulan aku belum makan" kata Niall.
"Ambilah aku bad mood dengan irish boy yang weird dan bawel ini" jelas key mempalingkan mukanya.
"Baiklah..... Kalau begitu aku makan yahhhh" kata Niall sedikit menggoda Keyla.
"Ummmmm Soup nya enak banget damnn........umm uhhhh..." Goda Niall sambil melihat reaksi Keyla.
"Aku jadi lapar melihat Niall.... SIALL" batin keyla kesal bercampur lapar.
"Kenaapa kau mulai lapar?" Tanya Niall tersenyum evil.
"-_- iya aku lapar niall" jawab Keyla menunduk "Nahh gitu dong" Niall langsung menyuapi keyla "Eits, maksudnya apa ini?" Keyla memegang tangan Niall meminta Niall tidak menyuapinya "Karena kau sedang sakit jadi aku suapi yahhh" jelas Niall "Uhh baiklah irish tapi gantian kay?"
"Maksudnya?" Tanya Niall.
"Aku suapi aku dan aku melakukan hal yang sama kepadamu......" Jelas Keyla sedikit tertawa melihat Niall kebingungan "Um, baiklah " Jawaban Niall terdengar sedikit gugup ia menundukkan wajah irish nya dari Keyla mukanya terlihat 'blushing' (kemerahan karena malu) jidat Niall berkeringat matanya sengaja tak berkontak langsung dengan Keyla. "Ayo buka mulutnya Irish" kata Keyla sambil mulai menyuapi Niall. "Ayo bukalah" pinta keyla dgn wajah puppy face nya.... "Aaaaaaaa........ .......nahh hahahahaha gitu dong Nialler kenapa kau kelihatan gugup disuapi? Biasa saja dong aku bukan syetan atau sejenis mahluk gaib aku manusia kita manusia kita sama sama nginjak tanah bukan melayang lol hahaha " Ucap Key sambil tertawa terbahak bahak. "Kau pikir kau injak tanah?" Selak Niall sambil menaikkan salah satu alisnya. "Kau kan di tempat tidur Key, bukan sedang berdiri atau menginjak tanah...gimana sih" tambah Niall mencoba membalas joke yang Keyla.
"Makann ayolah aku lapar" rengek Keyla "iyaaa iyaaa buka mulutnya Keyyylaa Aaaaaa" seru Niall menyuapi Keyla. Keyla membuka mulutnya agar Niall bisa menyuapi Keyla. "Ahhh" "tuh kan tumpah" komplen keyla sambil memajukan bibirnya Niall malah tertawa melihat key "ayolah ambilkan ku tissue" pinta Key "Hahahah jangan memajukan mulutmu seperti itu, lagipula tak ada yang mau mencium mu juga kan?" Ledek Niall "Aku tak mau di cium Nialler ya tuhannn kau ini ahhh" Keyla merengek kpd Niall "Kau jahat jahat jahat" Keyla memasang raut muka marah. "Key ayolah jangan marah ini aku ambilkan tissue" kata Niall sedikit melas. "Tak perlu irish, aku sudah tak butuh tissue" Jawab Key memalingkan wajahnya dari Niall. "Uhhhhh Dasar Irish bodoh kau buat selera makanku hilang begitu saja tau" sahut key "Ayolah jangan marah......pleaseee" pinta Niall ke Cel sambil memasang muka melas kepada key.
"Baiklahhh Irish, tapi ada syaratnya kau harus........................................."







To Be Continue xxx
Thanks 4 Reading


-Salam Mrs.Styles tertunda.

Reply · Report Post