♚ Maurina · @xLmaoBieber
10th Feb 2013 from Twitlonger
#1DLS
If We Are Meant to be
Part 1
"Stop Harry, kenapa kamu gak capek capek juga sih?" Teriak ku dari kejauhan harry tersenyum dengan lesung pipit yang manis. "Aku kesana Keyla tungguuu..... " Balas harry.
"KENAAA" teriak harry memeluk tubuhku dari belakang. "HARRY KAU HAMPIR BUAT JANTUNGKU COPOT TAU" rewelku. Harry hanya tersenyum lagi dan mencubit pipi kanan ku. Dia kira aku lucu saat marah. "Aku Capek Main Kejar-Kejaran terus..". eluh ku sambil menghela napas. "Okay" kata harry malah menarikku ke sebuah pohon yg besar didekat danau. "Key, kamu mau kan janji sama aku?" Tanya Harry dengan nada serius ia mengkerutkan dahi nya dan akupun memberikan raut wajah bertanya tanya ke harry. "Iya janji apa curly?". tanyaku balik menaikan salah satu alis mata ku. Harry tersenyum manis dan mulai mengambil ranting pohon dan mengukir nama "HarKey Forev" di pohon itu dan di garis luarnya dibentuk tanda hati. Aku sedikit bingung sama apa maksud harry. "Karena aku buatin nama kamu sama aku di pohon ini artinya pohon ini jadi saksi kalau kita bakalan selamanya bersama, gak akan ada yg misahin kita.... Janji?" Ucap Harry memberikan kelingking nya sebagai simbolis. "Janji" kataku tersenyum. Harry mencium keningku dan aku merasa mukaku mulai terlihat sedikit merah merona. Walaupun aku gak pernah tau apa rasa itu tapi setiap bersama harry semuanya terasa indah,nyaman,tentram,dan aku merasa harry akan selalu menyelamatkan aku jadi aku tidak merasa takut. Detak jantung semakin berdebar kencang saat dia mengajakku untuk ke rumah pohon. dia tau aku takut ketinggian makanya dia membantuku naik dgn mengendongku di punggung nya untuk naik ke atas pohon, aku tidak merasa awkward karena Harry dan aku sudah jadi sahabat sejak kita masih kecil. Walaupun sekarang kita masih kecil. "Harry" teriakku ketakutan "halahh penakut banget sihh kamu gimana kalau aku terjun dari atas sini kebawah" tantang harry aku pun merengek ketakutan aku minta harry untuk tidak gila 1jam saja. "Harry jangan harry" teriakku dari dalam rumah pohon. "Ayolah Keyy" canda harry. Aku menangis dan harry melihatku dan menghampiri aku dia memelukku seperti pelukan seorang ayah ke anaknya sangat aman,hangat dan nyaman. Ayah aku memang sudah meninggal saat umurku 3tahun. Tapi aku gak merasa takut di bully teman teman karena Harry akan datang membelaku. "Ayolah Key jangan nangis usap air matamu itu, baiklah kita main disini saja" ucap harry mencoba membuatku tersenyum. Harry memberikan aku sebuah Tiara yang terbuat dari dedaunan dan bunga. dan ia memakaikan tiara itu dikepalaku. "Jangan pernah tinggalin aku Harry, tolong jangan pernah tinggalin Keyla seperti papa tinggalin Keyla sendiri" Pintaku memegang tangan harry. "Janji Pelaut" canda harry tersenyum dan menyubit hidungku sampai terlihat merah "Aww" protes ku.
*10tahun Kemudian*
"Keyyyylaaaa Happy Birthday babe, SWEET SEVENTEEN" Sahut Harry dia mecium keningku. "Makin Tuaaa" tambah harry. "Tak sadar diri kau-_-" rewelku "by the way thanks Curlyyy" tambahku. Harry memberikan tas ungu dan saat membuka tas itu isinya adalah Gaun Biru Karibia yang di desain khusus buatku dan ada kotak kecil jatuh, "Sampai lupa aku" kata harry ia mengambil kotak itu dan membuka kotak itu ternyata kalung berliontin yg bertuliskan HarKey yg didalamnya ada foto aku dan harry sewaktu di rumah pohon waktu umur ku 7tahun.
"HarKEY" ucapku tersenyum manis ke Harry dan Harry mengambil kalung itu dan memakaikan kalung itu ke leherku dia mulai berbisik di telingaku "Kau Cantik Keyla Evelyn Styles" bisik harry "nama belakangku Hayden bukan Styles" bisikku "Aku suka nama belakangmu diganti dengan Styles terdengar lebih bagus" jawabnya pelan.
Harry masih tidak berubah seperti 10tahun lalu, dia tetap Harry Edward Styles yang menjadi Ayah + Super Hero ku, Rasa inipun gak berubah saat aku masih kecil dulu. Masih sama..... Jantungku suka berdebar sangat cepat setiap dia memeluk dan tersenyum kpd ku.
"Ayo ikut aku" Harry menarikku ke luar dari kerumunan orang dipestaku ........"Harry kau gila?" Kataku "Harry, baju ini terlalu susah untuk digunakan berlomba lari lebih baik kamu pilih event lain bila ingin adu sprint denganku" bisikku dgn nada pelan tapi memastikan harry mendengar apa maksud aku. "Aku Bantu" kata harry dengan gampangnya mengangkat tubuhku dengan bridal style. Curly nya terlihat adorable + senyum freckles nya yang as sweet as sugar. "Harrrrrrsss curllss" teriakku jujur aku gatau apa yang akan Harry lakukan ke aku dan aku yakin ini gila.
Harry mengajakku ke danau waktu kita berdua masih kecil. Dia menurunkan ku dan menarik tanganku ke rumah pohon. Di pohon itu masih tertulis "HarKey Forev" Harry tersenyum mengarahkan aku untuk melihat tulisan itu. "Selamanya?" "Selamanya"
"Harry tapi kita harus kembali ke pesta bagaimana bila mom cariin kita berdua?" Tanyaku panik. "Sshhhh Keyla Evelyn Styles you have to keep calm babe" ucapan harry membuat aku diam seribu kata diam diam diam....diam seperti es yg membeku.....diam seperti batu.....detak jantung berdetak kencang sekali membuat Butterflies itu kembali kurasakan membuat rasa itu kembali hadir, hadir mengingat masa masa indah kita sewaktu kecil. Harry memang sangat sibuk sekarang karena dia merupakan bagian dari boyband ter-famous di du nia yepp.... One Direction, banyak rumours Harry dengan perempuan lain tapi aku mencoba untuk berlaku biasa seperti halnya teman biasa. walaupun aslinya sakit serasa remuk hati ini.
Tapi semuanya terasa terlupakan hal yang dulu aku pertanyakan apa sekarang terjawab.....aku rasa ini yang mereka bilang jatuh cinta.....iya cinta, aku telah merasakan sakit,senang,bahagia,hancur,jatuh,terharu. Semuanya.....ini yang mereka katakan...iya sekali lagi aku telah membuktikan itu Cinta indah walaupun harus mengalah demi Cinta. Ini yang mereka bilang Cinta... Ini yang mereka semua bilang sakit....rasa rindu tapi Jaim buat mengatakan satu sama lain. Ada Rasa Awkward setiap bertatapan tapi setiap sentuhannya membuat butterflies itu terasa lagi...
Karena Cinta semuanya beda....tatapan,sentuhan,cara bicara...aku yakin ini adalah jawaban yg aku pertanyakan sejak kecil kenapa aku selalu merasa nyaman dan aman di dekat Harry. Ini semua ulah Cinta...iya Cinta yang membuat aku mengiyakan Harry untuk meninggalkan aku dan mengejar Impian nya menjadi seorang yang terkenal. Cinta yang mebuatku tidak ingin Harry dimiliki orang lain selain aku. Cinta juga yg membuatku menuruti apapun perkataan Harry.
Semua memang karena Cinta
Adanya Cinta bisa membuat Api Padam
Adanya Cinta bisa membuat Pasang Surut
Adanya Cinta bisa membuat Kemarau jadi Semi.
Adanya Cinta bisa membuat buta jadi melihat.
Aku percaya akan kekuasaan Tuhan yang satu ini...
Kekuasaan Tuhan yang tak bisa Dipungkuri oleh setiap insan manusia...
Semua insan manusia kan merasakannya
Tua Muda kan merasakannya
Cinta adalah Anugerah dari Tuhan untuk menyayangi orang lain dengan sepenuh hati.
Cinta bisa mengubah semuanya
Amarah
Benci
Dendam
Aku percaya akan adanya Cinta
Cinta yang aku rasakan sekarang mungkin
Aneh
Tentu,
Karena mereka pikir hanya orang tua yang bisa merasakan Cinta sejati.
Cinta itu ya Cinta
Yang Sedang Aku Dan Harry Jalankan.... Meskipun Harry tidak pernah tau perasaanku yang sebenarnya.
Didekat Harry serasa apa yang mereka bilang C-I-N-T-A tumbuh secara otomatis.
Harry mencurahkan perhatiannya kepadaku. Cara dia memandangku sangat nyaman.....kedua bola mata hijau nya itu membuatku nyaman seperti berada dirumah, suaranya membuatku selalu teringkat akan almarhum papa. cara dia menjaga aku saat sakit...cara dia nungguin sampai aku tertidur. Aku bukan psikologi tapi aku bisa baca itu.
"Keyyy Keyyy He to the lo? Kau kenapa? Kenapa melamun?" Tanya Harry sedikit tertawa. "Aku? Apa? Hah?" Sahut Keyla kaget.
"Kenaapa kau jadi melamun begitu Keyla?" Tanya harry yg masih tersenyum manis.
"Hahaha aku hanya merindukan saat saat kita masih kecil saat saat dimana kita berdua masih sangat lugu menuliskan nama dipohon ini, bertingkah seperti layaknya aku istrimu dan kamu suamiku.... Itu hal hal gila yang masih terngiang dipikiranku...masa masa yang menyenangkan, andai bisa memutar ulang kejadian indah itu" cerita Keyla, Harry langsung membenarkan poni Key yang menutupi wajahnya. "Aku ingat itu, rasa yang aneh dirasakan pada saat itu terasa datang lagi sekarang setelah lama kita tdk berjumpa karena aku harus mengikuti audisi itu" ucap harry. "Dan sekarang kau telah menjadi artis terkenal kuyakin banyak orang yang berusaha tuk mengambil hatimu dan mengencani mu" kataku sedikit menyindir, harry menyubit pipiku sampai terlihat merah merona. "Bisa saja kau keyyyz" tawa harry "kau ingat waktu dulu?" Tanyaku ramah "Apa?" Jwb Harry.
"Ingat waktu di dekat danau ada 2pasang burung gereja yg selalu kau bilang itu aku dan kamu dan kau selalu mencari alasan untuk bolos dari sekolah minggu" ingatku. "Aku tau dulu aku sering bolos dan membohongi pastur hanya untuk menemani princess keyla, tapi aku juga ingat waktu kamu merelakan tidak teraweh waktu bulan ramadhan hanya demi aku......kurasa waktu itu kita berdua masih terlalu lugu dan polos. Hahaha bodoh" tak ku sangka ingatan harry tajam dia ingat bahkan waktu kecil dulu aku pernah bolos teraweh hahaha hanya karena ingin menemani harry iyap se keriting harry. "Kau yang bodoh, kau itu dulu kayak manusia jalang suka pergi dan hilang tiba tiba bikin aku khawatir" kata Harry menyindir sekaligus meledekku. "Oh jadi si keriting harry ini mengkhawatirkan aku? Ahh manis sekali" ledek ku. "Errr" harry mengeram tak suka.
Kita melanjutkan jalan jalan ke danau, dulu aku sering bermain di danau indah itu bersama Harry, dan di danau itupun aku menangis karena ditinggal papa.....harry selalu mengingatkan ku kalau papa akan senyum bila melihatku bahagia, aku harus merelakan kepergian papa yang dipanggil yang maha esa. walaupun aku merasa kehilangan, tapi Harry membuatku merasa nyaman dia menggantikan posisi papaku.
"Jangan ganggu Keyla, kalau kalian berani kalian akan berhadapan denganku.... Awas saja nanti" Kenang ku, aku mengenang cara Harry membela aku dari orang orang yang mencoba mengangguku. Dia memang super hero.
"Hey manis, mau ku traktir gulali tidak?" Tanya Harry mencolek pipiku "berhenti memperlakukan ku seperti anak kecil harry aku 17tahun HARI INI KAY?"
"Aku tau, apasalahnya kita bernostalgia kita sudah lama tak bertemu Keylaaa"
"Iya aku tau kita sudah lama tdk bertemu" aku tersenyum meladeni kekanak kanakan harry.
"Harry keriting aku ingin kita pulang sekarang, baju ini rusuh tau, gerah panjang banget gaun ini aku seperti cinderella yang tersesat mencari pangeran di sekitar danau ini" rewelku "iya aku tau dan aku pangeran nya iya kan?" "GENIT" "Biarin weee" ledek harry.
"Aku bisa bantu membenarkan gaun rusuh itu" kata harry...
Harry berjalan menujuku merobek gaun ku hingga selutut...tidak terlalu panjang seperti tadi.
"Arghh Harry, kau merusak bajuku....itu mahal tau" kataku kesal
"Aku bisa membelikan yang lebih bagus dan 20kali lipat lebih mahal dari gaun itu sementara seperti itu saja biar kau tidak kelihatan ribet dengan gaun itu" harry bilang, sambil menarikku dia menuju ke jalan raya "Taxiiiii" teriak harry. dan kita berdua masuk kedalam taxi itu. "Masuk" "Ah? Bagaimana bi-" Harry memotong pembicaraanku dan menyuruhku dgn paksa ke dalam taxi.
"Harry? Kau gila? Kita mau kemana?" Tanyaku kesal.
"Aku akan membelikan baju + gaun untuk kamu yang pasti lebih mahal drpd yg tadi" ucap harry.
Dia menyuruhku untuk masuk ke mall... Semua orang orang teriak karena melihat Harry Styles masuk ke MALL DGN SEORANG PEREMPUAN...
Aku dan harry masuk ke dalam toko gaun yang mewah... "Harry?" Kataku. "Kenapa?" "Ini toko gaun yang sangat". "Mewah". "Tenang untukmu akan kubelikan toko berserta karyawan nya dibayar tunai. "Ayo masuk" seret harry.
"Ayo cari gaun yg lebih bagus untukmu" pinta harry.
"Gaun merah marun ini sangat indah coba kau coba yang ini" harry langsung memberikan baju itu dan meminta aku ke ruang fitting buat nge-pas-in baju itu.
*5 menit kemudian*
"Harry" panggilku aku pun membuka tirai fitting room. "Perfect" bisik harry.
"Pelayan, aku minta yang ini" kata harry.
"Harry ini mahal"
"Gak ada yang mahal dari senyum mu"
Seketika mukaku merah merona.
"Aku? Bagaimana bila ku lelang rambut keriting mu?" Candaku
"Apapun princess hahaha bisa saja kalau kau lelang pasti banyak yg berani bayar 1juta dollar"
"Bodoh, orang bodoh yang ingin membeli rambut keriting itu serasa ingin smoothing rambut keriting mu itu ha-ha-ha"
"Aku suka gaya tawamu"
"Aku suka mie ramen tapi"
"Nothing changed"
"Aku suka makan juga dibanding menyukai bagian tubuhmu seperti rambut aneh mu itu"
"Ayo cari baju yang lebih baik dipakai buat jalan jalan" ajak harry....
Dia menemukan tempat kacamata hitam dan bergaya seperti orang sudah dewasa.
"Lihat Aku, Dewasa bukan?"
"Yang namanya Harry Styles itu gak mungkin bisa dewasa..."
"Aku Bisa...."
"Buktinya?"
"Aku bisa merasakan cinta"
"Cinta apa? Cinta itu gak bisa diungkapkan gitu saja saking dalamnya aku yakin kepada wanita yang kau kencani .....kau tak pernah serius dalam membina suatu hubungan" jelasku
"Ustadzah ceramahnya panjang lemar demi apapun"
"Amin, hahahah maaf maaf"
"Kau ingat sewaktu kau masih di sekolah dasar kau selalu memelukku saat hujan turun karna kau takut dengan petir dan jujan deras iyakan? Kau sangat lucu saat itu" jelas harry
"Sekarang pun masih lucu kan"
"Iya aja deh biar cepat selesai hahaha"
"Harrryyy" rengekku dan seketika aku menjadi pusat perhatian.
"Everytime I look at you its like the first time you are the best thing that ever been mine" kata harry tersenyum.
"Ahh apa?" Tanyaku pura pura tak dengar
"Hahaha hanya menyanyikan lagu taylor swift saja" jwb nya gampang.
"Taylor? Bukan nya kau sedang digosipin sama tay? Wah selamat yah dating orang yang pernah aku idolakan waktu kecil" ucapku sedikit rusuh bercampurkan jealous. "Haha kenapa cemburu kau?" Goda Harry.
"Aku tak pernah cemburu lagi pula aku punya yang lain" jawabku gampang. Sedikit membuat Harry diam sejenak dan membuat dia menaikan salah satu alisnya "maksud mu?" Tanya Harry. "Aku.......suka dengan seseorang" aku sedikit bohong dengan harry, karena sampai sekarang aku masih single.
"Tapi kau ditolak? Kasiannya.... Cup cup" harry mengusap punggung ku, tanda turut perihatin.
"Apa maksudmu? Hah? Kita berdua saling suka kok" jawab ku dengan nada menyombong. Berharap harry jealous.
"Hah?" Kaget.
"Iya"
"Oh"
"CUMA OH?"
"Terus aku harus gimana key? OH MY GOSH ....KAU DATED ORG LAIN"
"Kau ini-_- keriting"
"Memang aku keriting chubby"
"Ha-Ha"
"Dasar bodoh"
"Terimakasih" jawab harry menjulur kan lidahnya.
"Gembel pasar senen dasar!"
"Tapi kece"
"Mauan!!!" Kataku sedikit menaikkan nada suaraku. Harry terlihat senang membuatku marah karena setiap aku marah mukaku akan terlihat kemerah-merahan.....dan dia pikir itu lucu.
"Kurasa aku lapar sekarang, ayo cari makan" ajak harry menarikku.
"Harry kau tak berubah sejak 10tahun lalu selalu menarikku secara paksa, sakit tau" kata ku dengan nada jengkel.
"Aku tau itu, haha ayolah kita cari makan"
Harry tetap menarikku ke tmpt restaurant yg menjual fast food.
*Sampai di restaurant fast food*
"Kamu duduk disini yah, aku mau pesan makanannya" kata harry, senyum dan mulai beranjak pergi.
"KEYLA" teriak seseorang yang suaranyaa familiar dari belakang.
dan aku kaget saat melihat ke arah belakang ada Niall. Jadi dia yang membantuku mengerjakan tugas sekolah....kita kenal karena waktu itu dia menabrakku saat aku berusaha untuk lebih cepat ke sekolah karena takut terlambat,aku marah dan meminta Niall untuk mengerjakan tugas sekolah ku yg berantakan karena dia.. Dia baik walaupun pertamanya agak menyebalkan tapi dia masih bertanggung jawab dengan apa yang telah ia perbuat ya aku kira karena dia terkenal dia pasti akan tidak menghiraukannya.
Sejak saat itu kita mulai berteman ya aku sudah ± 1bulan tidak bertemu Niall, tapi kita masih sering contact.
"Hey Keyla Chubby" kata Niall sedikit berteriak, dan berjalan mendekatiku.
"Kau sedang sendiri disini?" Tanya Niall sambil memakan snack yang dibawanya.
Dia duduk di sebelahku.
"Uh.....um......" aku belum bisa menjawab tiba tiba Harry datang.
"Niall?" Teriak Harry...
"Harry?" Balas Niall
"Keyla?" Sahutku.
"Apaan sih kau ikut ikut saja" kata harry meledek.
"Ah, chubby kau kenal Harry?" tanya Niall.
"Keyz? Kau kenal Niall?" tanya Harry.
"Aku Kenal Kalian Berdua!! Okay." Jelasku singkat.
"Woah, dunia sempit" ucap niall
"Karena kau hanya memikirkan makan saja blonde ireland-_-" sahutku sedikit kesal.
"Hahaha blonde ireland" tawa harry.
"Jadi? Aku tak diajak makan juga nih? Kalian jahat ya" ucap Niall.
"Kau pesan saja sendiri Niall" kataku, "jahat.....OK" jawab Niall.
"Sejak kapan kau kenal Niall?" Tanya harry.
"Sejak ia menghancurkan tugas sekolah ku dan membantuku untuk mengerjakan tugas itu ulang" jelasku. "Kenapa? Memang?" tambahku.
"Ouh, kay....cuma mau tau aja hahaha kalian berdua lucu" kata harry, BODOH, harry kenapa malah kau pikir aku dengan dia lucu? Apakah yang kau lakukan tadi hanyalah sebatas teman? Tapi kenapa beda rasanya? DAMN.
Aku hanya mengerutkan wajahku sedikit kecewa harry tak menganggap persahabatan kami cuma sebatas saahabat. Astagfirullah, sudahlah dia tak pernah menganggapku punya perasaan yang dalam juga. Huh... *pikir ku*
Niall pun datang membawa makanan yang cukup banyak aku tertawa dari kejauhan, "begitu lucu cowok ireland polos ini hahaha" batin ku tersenyum senyum sendiri lihat Niall dengan gaya adorable irish nya senyumnya yang khas braces nya yg bikin tambah manis penampilan cowok tukang makan ini.
"Kau puas Key? Puas menertawakan aku?" Tanya Niall. "Belum sih sebenarnya, kau benar benar tukang makan yah? Banyak sekali makanan yang kau pesan! Sini aku minta" candaku "enak saja gak ada yang boleh ambil makanan Niall" ucap niall nyolot.
"Oke Oke aku tau, kau baru jadi korban banjir yang baru keluar dari tempat pengungsian kau belum makan sejak seminggu yah? Kasian nya Irish boy ini" ledekku "Beraninya!!!!" Kata Niall dengan suara khas irish nya yg super adorable.
aku mencolekkan saus tomat ke pipi niall
"Kau lebih tampan sekarang" candaku muka Niall seketika menjadi merah....
Kelihatannya dia marah... Lucunya.
To Be Continue!
Thanks for reading. Xo